Category: Nah Ini Dia Pos Kota


TUGINO, 31, bisa disebut peselingkuh paling pede di Karanganyar, Solo. Penghasilan tak menentu, berani-beraninya punya WIL. Tapi lama-lama Nursih, 28, yang diselingkuhi sadar bahwa digendak Tugino tak ada nilai tambahnya. Tragisnya, saat cintanya diputus Nursih, Tugino milih mati  minum apotas.

Kapital tak hanya dibutuhkan saat usaha dalam bisnis. Usaha dalam tata niaga asmara juga sangat memerlukannya. Sebab di era gombalisasi sekarang ini, kebanyakan wanita punya semboyan: witing tresna merga atusan lima (baca: cinta tumbuh karena tumpukan uang). Tanpa kucuran dana yang memadai, jangan harap wanita mau bertekukuk lutut dan berbuka paha untuk pria yang mengincarnya. Ada juga memang wanita yang menerima cinta lelaki bukan karena harta, tapi kini ini sudah barang langka!
Baca lebih lanjut

DULU teman satu sekolah, lalu menjadi satu hati. Tapi karena belum jodoh, Diah – Parkun tak jadi suami istri. Namun dasar “milik”, Diah, 29, ketemu  Parkun, 28, bekerja pada perusahaan yang sama. Kisah CLBK pun terjadi, sehingga dulu yang teman satu sekolah, kini jadi satu ranjang. Cuma suami Diah yang kemudian mencak-mencak.

Cinta Lama Bersemi Kembali (CLBK), dijamin takkan bikin rusak rumahtangga, jika sekedar “bersemi” saja. Yang sering jadi masalah, karena pasangan itu kemudian “ber……setubuh” bak suami istri. Yang punya suami tentu saja mencak-mencak, karena istri yang dicintai diobok-obok lelaki lain. Seperti skandal Brigpol Parkun – Diah misalnya, ketika disidangkan di PN Lumajang sampai dijaga aparat.
Baca lebih lanjut

AGAKNYA  Wito, 40, beranggapan bahwa selingkuh itu hak setiap anak bangsa. Maka meskipun pekerjaannya hanya tukang becak, sah-sah saja punya WIL. Tapi bagi Tasmi, 37, yang diduakannya, tentu saja tak terima. Maka dengar kabar suami punya anak dari dari gendakannya, langsung dia minta cerai sepulang dadi jadi TKW.

Pejabat dan politisi punya WIL, itu sudah biasa. Sebab anggaran untuk “dua dapur” yang dimilikinya, pasti melimpah ruah. Tapi kalau tukang becak macam Wito berani punya selingkuhan, itu sungguh luar binasa. Apa pula yang diandalkannya? Duit, mencari barang Rp 100.000,- sehari saja susah banget, kok berani-beraninya punya WIL. “Modal selingkuh tukang becak, ya “genjotan”-nya, Mas….,” kata Wito beralasan, tanpa tedeng aling-aling.
Baca lebih lanjut

Sebagai tukang selingkuh agaknya Wikono, 43, sungguh berdarah dingin. Bagaimana tidak? Ny. Nanik, 32, yang dikeloni masih istri sah seseorang, tapi dia tenang-tenang saja. Selesai bercinta malah tidur berdua-dua di ranjang. Untung warga masih berbaik hati, Wikono tak dilaporkan polisi kecuali didenda bayar krakal (batu) 10 truck.

Sesungguhnya Ny. Nanik masih istri orang. Ibarat motor begitu, STNK dan BPKB-nya masih atas nama Marijo. Cuma sebagai suami dia kurang bertanggungjawab. Istri tak dikayani (diberi nafkah), kecuali hanya dikayeli (dikeloni) saja. Meski itu sebuah kewajiban, mana mungkin Nanik bisa bertahan. Ketika Marijo disuruh cari kerja yang bener tak bisa juga, terpaksa koalisi permanen yang dibangun sejak 7 tahun lalu itu ditinjau ulang. Maksudnya, mereka pisah rumah yang pada perkembangan nanti bisa saja mengarah ke perceraian.
Baca lebih lanjut

– Orang Jawa punya falsafah: trimoa sing nglakoni, mangsa trimoa sing momong (orangnya menerima, tapi Tuhan akan murka). Ny. Pawiti, 38, benar-benar mengalami. Ketika dia merelakan suaminya selingkuh, Tuhan langsung menghentikan aksi mesum Sigit – Murni lewat kecelakaan maut saat mereka naik motor.

Motivator Mario Teguh berulang kali mengingatkan, jika Anda menerima segala penderitaan itu dengan ikhlas, itu pertanda akan dimuliakan Tuhan. Tapi tidak banyak orang yang bisa menyikapi penderitaan dengan cara demikian. Pada umumnya, orang akan mengeluh ketika berkubang dalam derita, meski itu sebetulnya sedang diuji oleh Sang Pencipta. “Tuhan tidak adil, kenapa aku menderita seperti ini, padahal rajin ibadah. Sedangkan si Anu, ke tempat ibdah tidak pernah, tapi karena kerja di Kantor Pajak, bisa kaya raya….,” keluh seorang umat yang frustrasi.
Baca lebih lanjut

Ilustrasi “SENAM” ASMARA DI PAGI BUTA

Jumat, 23 April 2010 – 17:48 WIB

Duh asyiknya, istri senam pagi di lapangan desa, pagi-pagi buta Karsidi, 45, malah “senam asmara” bersama janda. Namun sial, belum tuntas mereka berbagi cinta, istri keburu kembali dan memergoki adegan mesum itu. Gantian kini Karyadi senam jantung, karena “dicuci” habis oleh istrinya di depan warga.

Sakit itu kini semakin mahal, sehingga orang pun semakin sadar perlunya mencegah penyakit dengan olahraga. Bisa disaksikan, kini setiap pagi dari pukul 04.00 orang berbondong-bondong untuk lari pagi. Ada yang berkelompok, ada yang berlari-lari sendiri mengelingi lapangan. Cuma awas, yang model solo (sendiri) ini jangan kepagian. Pukul 02.00 sudah lari pagi, salah salah malah dikira maling ayam ketahuan!

Ny. Kanti, 40, warga Desa Pule Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri (Jateng) sangat menyadari perlunya mencegah penyakit. Maka kini seperti keluarga-keluarga yang lain, tiap pagi subuh dia juga berlari-lari pagi di lapangan desa. Suaminya, Karyadi, kadang ikut, kadang tidak. Tapi lebih banyak tidaknya. Sebab ketika dibangunkan untuk lari pagi, malah kembali menarik selimutnya. Dan kembalilah dia merenda mimpi sambil ngorok macam babi dipotong.
Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.