Ilustrasi “SENAM” ASMARA DI PAGI BUTA

Jumat, 23 April 2010 – 17:48 WIB

Duh asyiknya, istri senam pagi di lapangan desa, pagi-pagi buta Karsidi, 45, malah “senam asmara” bersama janda. Namun sial, belum tuntas mereka berbagi cinta, istri keburu kembali dan memergoki adegan mesum itu. Gantian kini Karyadi senam jantung, karena “dicuci” habis oleh istrinya di depan warga.

Sakit itu kini semakin mahal, sehingga orang pun semakin sadar perlunya mencegah penyakit dengan olahraga. Bisa disaksikan, kini setiap pagi dari pukul 04.00 orang berbondong-bondong untuk lari pagi. Ada yang berkelompok, ada yang berlari-lari sendiri mengelingi lapangan. Cuma awas, yang model solo (sendiri) ini jangan kepagian. Pukul 02.00 sudah lari pagi, salah salah malah dikira maling ayam ketahuan!

Ny. Kanti, 40, warga Desa Pule Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri (Jateng) sangat menyadari perlunya mencegah penyakit. Maka kini seperti keluarga-keluarga yang lain, tiap pagi subuh dia juga berlari-lari pagi di lapangan desa. Suaminya, Karyadi, kadang ikut, kadang tidak. Tapi lebih banyak tidaknya. Sebab ketika dibangunkan untuk lari pagi, malah kembali menarik selimutnya. Dan kembalilah dia merenda mimpi sambil ngorok macam babi dipotong.

Tapi jangan salah, ngoroknya Karsidi bukan ngoroknya orang tidur nyenyak. Belakangan, ini semua sekedar rekayasa untuk mengelabui bininya. Sebab begitu istrinya berangkat senam, dia lalu memasukkan janda Praptinah, 35, yang jadi WIL-nya selama ini. Selanjutnya bisa ditebak, di saat istrinya mandi keringat senam pagi di lapangan, Karsidi – Praptinah juga mandi keringat dalam rangka “senam asmara” di kasur. Selesai menjalani selingkuh sistem “jemput bola”, Praptinah pun buru-buru pergi sebelum Ny. Kanti kembali.

Mantan Kepala Pasar Wonogiri ini setelah tak lagi menjabat memang banyak punya waktu. Namun waktu itu tak dimanfaatkan untuk menambah ilmu atau beribadah mencari pahala, melainkan untuk cari paha janda.  Sudah berapa lama dia punya cem-ceman Ny. Praptinah, yang janda pemilik salon. Bisa ditebak kan, pemilik salon yang asli wanita, biasanya cantik dan gemulai. Begitu pula kandisi Ny. Praptinah ini, dia masih nanpak STNK, tubuhnya pun sekel nan cemekel. “Pemilik salon ini memang enak dibuat kelon,” kata Karsidi saat mengenalnya kali pertama.

Dan Karsidi telah berhasil membuktikannya. Janda 5 kali menikah ini memang ahli memuaskan lelaki, karena dia memang sudah berpengalaman melayani para mantan suaminya. Tapi entah kenapa, para lelaki itu pada akhirnya meninggalkannya. Mungkin Karsidi akan menjadi lelaki ke-6 sebagai pendamping hidupnya. Tapi sepertinya itu takkan terjadi, sebab telah ada kesepakatan bersama, bahwa mereka sekedar bersenang-senang saja. Kasarnya, kita saling menikmati aurat, tapi tak perlu sampai surat!

Malam Minggu kemarin kembali Praptinah melakukan sistem “jemput bola” ke rumah Karsidi. Sekitar pukul 05.00 dia sudah tiba di rumah PIL-nya, di saar Ny. Kanti istri Karsidi sudah berangkat senam pagi di lapangan. Seperti biasanya, mereka pun lalu “senam asmara” di ranjang. Cuma sial kali ini. Belum tamat mereka mengumbar syahwat, tahu-tahu Ny. Kanti kembali lebih cepat. Tentu saja dia tercekat begitu di kamar melihat suaminya tengah menyetubuhi wanita lain. “Oo ngono kuwi tak pak klakuwanmu (begitu ya kelakuanmu),” kata Ny. Kanti.

Sementara Ny. Praptinah yang dikenal sebagai pemilik salon telah kabur menyelamatkan diri, Ny. Kanti terus memaki-maki suaminya dengan suara yang keras bak radio transistor baru ganti baterai. Begitu kerasnya suara istri Karsidi, sampai para tetanggapun berdatangan melayat. Kalau ada cadar penutup muka, mau rasanya lelaki ini mengenakan, karena saking malunya ditonton tetangga.

Habis senam asmara, malah senam jantung. (SP/Gunarso TS)

Sumber:

http://www.poskota.co.id/nah-ini-dia/2010/04/23/%E2%80%9Csenam%E2%80%9D-asmara-di-pagi-buta