DULU teman satu sekolah, lalu menjadi satu hati. Tapi karena belum jodoh, Diah – Parkun tak jadi suami istri. Namun dasar “milik”, Diah, 29, ketemu  Parkun, 28, bekerja pada perusahaan yang sama. Kisah CLBK pun terjadi, sehingga dulu yang teman satu sekolah, kini jadi satu ranjang. Cuma suami Diah yang kemudian mencak-mencak.

Cinta Lama Bersemi Kembali (CLBK), dijamin takkan bikin rusak rumahtangga, jika sekedar “bersemi” saja. Yang sering jadi masalah, karena pasangan itu kemudian “ber……setubuh” bak suami istri. Yang punya suami tentu saja mencak-mencak, karena istri yang dicintai diobok-obok lelaki lain. Seperti skandal Brigpol Parkun – Diah misalnya, ketika disidangkan di PN Lumajang sampai dijaga aparat.

Saat sekolah di SMA Lumajang dulu, Diah dan Parkun memang satu sekolah, cuma beda kelas. Ketika panah dewa amour menembaknya, keduanya pun lalu terlibat pacaran serius. Kayaknya sudah mantep banget, bila saatnya telah tiba keduanya akan menjadi suami istri. Membentuk keluarga sakinah, lalu punya pembantu bernama Tukinah.

Tapi manusia boleh berencana, Tuhan yang menentukan. Entah siapa yang mulai, tahu-tahu Diah dan Parkun menikah dengan pasangan lain.    Sejak itu hubungan mereka putus, merintis karier masing-masing dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kabar terakhir terdengar, Parkun sudah menjadi polisi dan Diah bekerja di bank swasta. Dan paling unik dan paling anyar, tiba-tiba Brigpol Parkun berdinas di Lumajang dan ditempatkan ditempatkan sebagai pengamanan di bank tempat Diah bekerja.

Namanya juga teman lama dan pernah pacaran, tentu saja keduanya menjadi akrab kembali. Makin akrab lagi ketika Parkun tahu bahwa suami Diah yang TNI sedang bertugas di Papua. Setan lelaki pun lalu membisiki bahwa program CLBK bisa digarap. “Mumpung suaminya tak di rumah, dia pasti kesepian pol, Bleh….!” kata setan mencoba mempengaruhi Brigpol Parkun.

Setan wedok (perempuan) juga menggarap Diah karyawati bank itu. Dikatakannya, di era gombalisasi begini, tak perlu setia-setia amat pada suami. Siapa tahu di Papua sana, suami juga sudah punya “cem-ceman” sendiri. Daripada jadi “gadis manis iseng sendiri” sebagaimana kata Chairil Anwar, mendingan selingkuh saja. Toh sasaran sudah ada, Parkun sudah tidak tahan, dan Diah tinggal mapan (bersiaga).

Karena sudah diinjeksi oleh setan dua jurusan, Parkun – Diah kemudian tak risih lagi jalan bareng, bahkan keduanya sudah berulang kali masuk hotel. Tapi cilaka tiga belas, sekali waktu ulah keduanya tercium oleh intel tentara, sehingga ulah istri anggota TNI ini dilaporkan pada pihak yang berwenang. Tentu saja suami Diah di Papua sana tidak terima, sehingga kasus ini diteruskan ke wilayah huku. Itu artinya, Brigpol harus dituntut di pengadilan atas tuduhan berzina dengan istri orang.

PN Lumajang kini tengah menyidangkan skandal asmara Brigpol Parkun secara tertutup. Tentara juga berjaga-jaga di seputar pengadilan. Untungnya, Parkun tidak sampai ditahan, karena ancaman hukumannya hanya 9 bulan penjara. Namun demikian, ancaman lain mengintai Brigpol Parkun. Disamping bisa dicopot dari dinas Polri, dia juga terancam dikocok ulang posisinya sebagai kepala rumahtangga. Sebab istri Parkun juga sakit hati atas ulah suami yang celamitan.

Lengkap jadinya, pensiunan polisi, pensiuan suami. (HS/Gunarso TS)

http://www.poskota.co.id/nah-ini-dia/2010/05/01/satu-kantor-satu-ranjang